Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi tahun akademik 2026 dengan melibatkan 500 mahasiswa baru dari berbagai fakultas. Inisiatif yang diagendakan khusus untuk Unit MABA (Mahasiswa Baru) ini bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat sekaligus mengimplementasikan teori akademis di lapangan.
Peluncuran program ini dilakukan pada Kamis, 10 April 2026, di Aula Lantai 3 Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari, dihadiri langsung oleh pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta perwakilan mahasiswa baru yang akan terjun ke 28 lokasi di seluruh Sulawesi Tenggara. Program yang mengambil tema “Membangun Desa Cerdas dan Berkelanjutan” ini merupakan evolusi dari program KKN sebelumnya yang kini lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi digital dan pelestarian lingkungan.
“Program KKN kami tahun ini dirancang bukan hanya sebagai formalitas akademik, tetapi sebagai bentuk komitmen nyata Universitas Muhammadiyah Kendari dalam berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Syaiful Anwar, M.T., dalam acara peluncuran tersebut. Prof. Syaiful menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa baru sejak awal studi diharapkan dapat membentuk karakter mereka sebagai akademisi yang peduli sosial.
Menurut Koordinator Unit MABA, Dr. Hardi Kusuma, S.Pd., M.Pd., program KKN tahun ini menghadirkan inovasi signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kami menambahkan komponen literasi digital dan pelatihan usaha mikro untuk mitra masyarakat. Setiap kelompok KKN akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa senior yang telah berpengalaman,” jelas Hardi dalam wawancara eksklusif dengan pihak pers kampus.
### Struktur Program dan Penempatan Lokasi
Program KKN terintegrasi 2026 dirancang untuk berlangsung selama dua bulan, mulai dari Mei hingga Juni 2026. Sebanyak 500 mahasiswa baru akan dibagi menjadi 80 kelompok yang tersebar di 28 desa/kelurahan di Kendari, Baubau, Kolaka, dan Muna. Setiap kelompok terdiri dari 6 hingga 7 orang mahasiswa dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam, mencakup Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Penempatan lokasi dilakukan secara strategis berdasarkan kebutuhan masyarakat yang sebelumnya sudah diidentifikasi melalui survei lapangan. Sistem penempatan ini dirancang untuk memastikan setiap daerah binaan mendapatkan intervensi yang sesuai dengan karakteristik dan potensi lokal. “Kami tidak hanya mengirim mahasiswa begitu saja, melainkan berdasarkan analisis kebutuhan nyata di lapangan. Ada desa yang membutuhkan pemberdayaan UMKM, ada yang fokus pada pendidikan, dan ada pula yang prioritasnya pada pelestarian lingkungan,” kata Hardi.
Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Nurjana Ibrahim, M.M., mengungkapkan bahwa program ini juga melibatkan kemitraan dengan pemerintah daerah dan organisasi lokal. “Kami telah menjalin MOU (Memorandum of Understanding) dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka, Baubau, dan Muna. Dukungan mereka sangat penting untuk keberlanjutan program dan penerimaan mahasiswa di masyarakat,” katanya.
### Fokus Program: Pemberdayaan dan Keberlanjutan
Program KKN terintegrasi 2026 memiliki empat pilar utama yang menjadi fokus pengabdian mahasiswa. Pertama, pemberdayaan ekonomi melalui pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan sentuhan digital dan literasi finansial. Kedua, pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia, terutama dalam bidang literasi digital dan soft skills. Ketiga, pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah, mengingat pentingnya isu ekologis di era modern. Keempat, peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.
Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus Koordinator Bidang Pemberdayaan Ekonomi, Prof. Dr. Sugeng Haryanto, M.E., menjelaskan bahwa mahasiswa akan tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mendampingi UMKM dalam menggunakan platform digital untuk memasarkan produk mereka. “Banyak produk lokal yang berkualitas tinggi namun sulit menjangkau pasar yang lebih luas. Mahasiswa kami akan membantu mereka memanfaatkan media sosial dan marketplace digital,” ujar Prof. Sugeng.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pendidikan, Dra. Rina Wijayanti, M.Pd., menerangkan bahwa mahasiswa pendidikan akan melakukan pengajaran tambahan di sekolah-sekolah lokal, terutama dalam mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Inggris. “Kami juga akan melakukan pelatihan metodologi pembelajaran inovatif kepada guru-guru di lokasi KKN. Ini adalah bentuk transfer pengetahuan dua arah,” katanya.
### Persiapan dan Pelatihan Mahasiswa
Sebelum terjun ke lapangan, seluruh 500 mahasiswa baru akan mengikuti rangkaian pelatihan intensif. Program orientasi ini mencakup pemahaman tentang konteks sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara, serta pelatihan keterampilan teknis dan soft skills. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mental dan emosional dalam menghadapi dinamika masyarakat,” kata Kepala Unit Pengembangan Karakter Mahasiswa, Drs. Muhammad Fajar, M.A.
Pelatihan dilakukan melalui beberapa metode, meliputi workshop, simulasi lapangan, dan mentoring dari mahasiswa senior. Para mahasiswa juga akan dibekali dengan panduan lengkap tentang etika pengabdian masyarakat, manajemen kelompok, dan pengurusan administrasi KKN. “Setiap kelompok akan memiliki buku panduan yang komprehensif dan akses ke platform online untuk berkomunikasi dengan pembimbing lapangan,” jelas Drs. Muhammad Fajar.
### Testimoni dan Harapan Mahasiswa
Beberapa mahasiswa baru yang akan mengikuti program KKN mengungkapkan antusiasme mereka. Nabila Putri Suharto, mahasiswa semester 2 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang akan ditempatkan di Desa Sumurikang, Kolaka, mengatakan bahwa dia sangat tertarik untuk belajar langsung dari pengalaman. “Saya ingin sekali membantu masyarakat desa dalam mengembangkan usaha mereka. Saya sudah belajar tentang e-commerce di kampus, sekarang saatnya mengaplikasikannya,” ungkapnya dengan antusias.
Sementara itu, Dimas Pratama, mahasiswa dari Fakultas Teknik yang akan ditempatkan di Kelurahan Kendari Barat, berharap dapat berkontribusi pada pengelolaan sampah yang lebih baik. “Saya mau belajar bagaimana caranya mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Ini adalah kesempatan emas untuk membuat dampak nyata,” tuturnya.
### Dukungan Infrastruktur dan Pendanaan
Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana sebesar 2,5 miliar rupiah untuk mendukung kelancaran program KKN tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, logistik, honor dosen pembimbing, dan biaya operasional program di masing-masing lokasi. “Kami berkomitmen untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa sehingga mereka dapat fokus pada pengabdian,” terang Rektor Prof. Dr. Syaiful Anwar.
Selain itu, universitas juga telah mempersiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang ketat untuk memastikan kualitas program. Setiap kelompok akan melakukan laporan mingguan kepada pembimbing lapangan, dan setiap dua minggu sekali akan ada video conference antara tim KKN dengan pihak kampus untuk evaluasi dan troubleshooting.
### Harapan dan Target Luaran
Target utama program KKN terintegrasi 2026 adalah menghasilkan 80 program kerja yang berkelanjutan dengan dampak nyata bagi masyarakat. Universitas juga berharap program ini dapat menciptakan 50 unit UMKM digital baru atau peningkatan kapasitas UMKM existing, serta meningkatkan literasi digital di minimal 2.000 orang dari masyarakat lokal. “Kami juga ingin menghasilkan karya ilmiah dan inovasi sosial dari pengalaman KKN mahasiswa, yang nanti bisa dipublikasikan dalam jurnal akademik,” tambah Prof. Dr. Syaiful Anwar.
Rencana keberlanjutan juga sudah disiapkan dengan melibatkan komunitas lokal dan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa program-program yang dimulai oleh mahasiswa KKN dapat terus berlanjut setelah mereka kembali ke kampus.
### Kesimpulan
Peluncuran program KKN terintegrasi Unit MABA Universitas Muhammadiyah Kendari tahun 2026 menandai komitmen serius institusi dalam mengintegrasikan nilai-nilai pengabdian masyarakat sejak awal perjalanan akademik mahasiswa. Dengan melibatkan 500 mahasiswa baru, 28 lokasi di seluruh Sulawesi Tenggara, dan dukungan komprehensif dari universitas serta pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda baik bagi mahasiswa sebagai pengalaman belajar yang bermakna, maupun bagi masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan nyata.
Momentum peluncuran program ini juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang bermakna. Dengan semangat dan dedikasi tinggi dari seluruh pihak, program KKN 2026 diproyeksikan akan meninggalkan jejak positif yang berkelanjutan di desa-desa dan kelurahan-kelurahan di Sulawesi Tenggara.
—
Penulis: Redaksi Berita Kampus
Sumber: Kantor Humas Universitas Muhammadiyah Kendari, 10 April 2026